Halaman

Sabtu, 09 Februari 2013

SBD 3 Struktur Dalam SBD


PENDAHULUAN
Dalam sebuah sistem basis data terdapat sebuah struktur yang menyusunnya. Adapun struktur dari sistem basis data tersebut adalah entitas, record, field dan sebagainya. Dalam struktur tersebut juga terdapat relasi atau hubungan antar entitas. Hubungan-hubungan antar entitas tersebut merupakan bentuk entitas-entitas dari himpunan entitas satu dengan lainnya yang saling berhubungan.
Selain itu terdapat beberapa macam key atau kunci yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah field dalam tabel.

LANDASAN TEORI
Entitas merupakan sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas dapat juga diartikan sebagai sebuah individu yang mewakili sesuatu yang nyata serta dapat dibedakan oleh sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999). Sedangkan menurut wikipedia, entitas adalah sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda. Walaupun tidak harus berbentuk fisik. Contoh dari entitas dalam database sebuah bank adalah nasabah, simpanan, dsb.
Dalam database juga terdapat sebuah istilah yang disebut record. Record atau tuple adalah kumpulan field yang saling berhubungan. Masing-masing record tersebut menyimpan sebuah data yang hanya satu entitas. Istilah lain dari record adalah baris (row) dan tupel.
Selain itu juga terdapat field atau atribut. Field atau atribut didefinisikan sebagai sebuah data terkecil yang mempunyai makna. Field juga disebut dengan kolom.

Secara ringkas, domain dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dapat diasosiakan ke dalam setiap atribut. Dalam domain terdapat integritas domain yang berarti validasi masukan dari sebuah kolom. Dengan integritas tersebut tak ada data yang melanggar jangkauan nilai di tiap-tiap kolom data.

RELASI ANTAR ENTITAS
Sebelum membahas lebih jauh tentang relasi antar entitas, sebaiknya perlu diketahui pengertian relasi. Relasi dalam basis data adalah hubungan antar satu himpunan dengan himpunan entitas yang lain.
Terdapat beberapa relasi antar entitas antara lain:
One to one (satu ke satu), yang berarti setiap entitas dalam sebuah himpunan entitas A berhubungan maksimal dengan sebuah entitas dalam himpunan entitas B. Contoh: Johan adalah suami Indah (dengan asumsi Johan tidak melakukan poligami).

One to many (satu ke banyak) dan many to one (banyak ke satu), pada one to many setiap entitas dalam himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas dalam himpunan entitas B. Tetapi entitas dalam himpunan entitas B berhubungan maksimal satu dengan entitas dalam himpunan entitas A. Contoh: Indah mempunyai anak Mila, Mia, dan Mirna.

Sedangkan dalam many to one merupakan kebalikan dari one to many, yaitu setiap entitas dalam himpunan entitas A berhubungan maksimal satu entitas dalam himpunan entitas B. dan setiap entitas dalam himpunan entitas B berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A. Contoh: Mila, Mia, dan Mirna merupakan anak-anak Indah.


Many to many (banyak ke banyak), berarti setiap entitas dalam himpunan entitas A berhubungan banyak dengan entitas dalam himpunan entitas B. Begitu juga sebaliknya, setiap entitas dalam himpunan entitas B berhubungan banyak dengan entitas dalam himpunan entitas A.
KEY DALAM RELATION
Kunci (key) merupakan satu atau lebih atribut yang menentukan atribut lainnya. Atau dapat juga disebut dengan antara atribut yang saling berkaitan. Terdapat beberapa jenis kunci (key) dalam sebuah relaion.
Super key, merupakan gabungan semua field.
Candidate key, merupakan atribut-atribut yang mengidentifikasikan gabungan dari nilai-nilai yang unik. Setiap tabel memiliki satu atau lebih candidat key.
Primary key, (kunci utama) merupakan kunci yang dipilih untuk mengidentifikasikan entitas yang paling unik.
Alternate key, merupakan candidate key yang tidak terpilih. Jika dalam sebuah entity terdapat dua field yang dapat digunakan sebagai primary key. Padahal yang dapat dijadikan primary key hanya satu. Dan candidate key yang tak terpilih tersebut merupakan alternate key.
Foreign key, adalah suatu kumpulan field dalam sebuah relasi yang digunakan untuk menunjuk ke suatu baris pada relasi yang lain. Hal ini terjadi jika sebuah primary key terhubung pada entity lain. Dan keberadaan primary key pada entity tersebut disebut sebagai foreign key.
Untuk contohnya dapat dilihat pada tabel berikut:



Seluruh tabel tersebut merupakan super key. Sedangkan yang merupakan candidate key adalah pada field nama. Karena pada field nama tidak terdapat persamaan secara persis seperti pada field fakultas dan kota asal. Walau pada field nama terdapat dua nama Jonathan, tetapi nama belakang mereka berbeda. Field NIM merupakan primary key. Karena yang paling unik. Walaupun mungkin terdapat persamaan pada nama, fakultas, dan kota asal antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lain, tetapi NIM tetap berbeda. Jika pada tabel tersebut ditambah nomor KTP mahasiswa, maka tabel tersebut akan mempunyai dua kunci yang memungkinkan untuk digunakan sebagai primary key. Sementara yang dapat digunakan sebagai primary key hanyalah satu field saja. Maka harus dipilih salah satu antara field NIM dan nomor KTP. Jika NIM dipilih sebagai primary key, maka nomor KTP disebut alternate  key. Begitu juga sebaliknya, jika nomor KTP dipilih sebagai primary key, maka NIM disebut alternate key.

DAFTAR PUSTAKA
http://artikelcomputers.blogspot.com/2011/11/jenis-jenis-kunci-dalam-dalam-    relation.html diakses pada 3 Februari 2013 14:32
http://lukas.students-blog.undip.ac.id/tag/field/ diakses pada 3 Februari 2013 14:37
http://id.wikipedia.org/wiki/Entitas diakses pada 3 Februari 2013 14:43



Minggu, 03 Februari 2013

SISTEM (SBD Tugas 2)


PENDAHULUAN

Sebuah sistem basis data merupakan suatu kesatuan dari satu data dengan data lainnya. Data-data tersebut diolah dengan sebuah perangkat lunak. Yang kemudian hasil dari pengolahan data itu disimpan dalam sebuah perangkat keras.
Dalam sebuah sistem basis data terdapat beberapa komponen pendukung yaitu basis data (database). Sebuah database dapat terdiri dari beberapa database yang saling berhubungan. Hardware, yang dapat berupa komputer, media penyimpan sekunder, juga media komunikasi untuk sebuah sistem jaringan. Software, yang merupakan sebuah perangkat lunak yang berguna untuk memanipulasi (mengolah) data. Brainware (user), yaitu orang-orang yang berhubungan langsung dengan database tersebut. User ini dapat berupa pemilik data, pengelola data, pemakai data, pembuat database, dan sebagainya.
Dari komponen-komponen penyusun database tersebut saling berhubungan satu sama lain untuk dapat melakukan pengelolaan data. Mulai dari menginput data, mengolah data menjadi informasi, dan akhirnya menampilkan daya yang berguna. Sehingga hubungan antardata tersebut disebut sebagai “sistem” basis data.

LANDASAN TEORI

Secara bahasa kata “sistem” berasal dari bahasa Latin (systēma) dan Yunani (sustēma) yang berarti sebuah kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan menjadi satu untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi (wikipedia).
Sedangkan pengertian sistem menurut para ahli adalah:
Gordon B. Davis; sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran dan maksud.
Webster’s Unabridged; sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan untuk membentuk satu kesatuan atau organisasi.
Bertalanffy; sistem adalah sekumpulan elemen yang saling berinteraksi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.
Raymond McLeod; sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.
Zulkifli A.M; sistem adalah himpunan dari sesuatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.
Sistem ini terdiri dari berbagai elemen. Yakni tujuan (goal), masukan (input), proses, keluaran (output), batas (boundary), mekanisme pengendalian dan umpan balik (feedback). Serta lingkungan atau tempat dimana sistem itu berjalan (wikipedia).
Dalam suatu sistem basis data terdapat sebuah fasilitas yang dimaksudkan untuk menampilkan data kepada user (pemakai). Data yang ditampilkan tersebut tidak sama dengan data disimpan dan dipelihara. Sebuah database management system (DBMS) menyembunyikan data yang disimpan dan diolah dengan tujuan untuk memudahkan user dalam menggunakan DBMS.
Untuk menampilkan data yang telah diolah dari data yang tersimpan melewati beberapa level yang disusun berdasarkan fungsinya. Level-level (tingkatan) tersebut yang disebut dengan abstraksi data.

ABSTRAKSI DATA
Abstraksi data terbagi menjadi tiga level yaitu, sebagai berikut:
1.      Physical level.
Physical level merupakan tingkatan terrendah dalam sebuah abstraksi data. Dalam tingkatan ini, merupakan letak dimana sebuah data disimpan.

2.      Logic/conceptual data.
Dalam tingkatan ini tersimpan perintah-perintah yang digunakan untuk menampilkan data yang tersimpan di dalam physical level. Data tersebut itu yang kemudian ditampilkan dalam view level. Dengan kata lain, conceptual level merupakan level yang menjembatani antara physical level dengan view level.

3.      View level.
View level merupakan “tempat” dimana seorang pemakai melihat data yang disimpan di dalam physical level. Namun perlu diketahui bahwa daya yang ditampilkan di view level tidak sama dengan data yang tersimpan di dalam physical level. Karena data tersebut telah diolah.



Antara physical level, conceptual level, dan view level saling berhubungan. Dimana physical level sebagai penyimpan data dan user level untuk melihat data. Perintah yang diberikan dalam user level untuk mengakses data yang berada di dalam physical level, dijalankan melalui conceptual level.
Untuk mempermudah memahaminya, saya akan membuat sebuah ilustrasi berdasarkan penjelasan di atas. Sebagai contoh seseorang yang mencari gambar melalui google image. Saat seseorang itu membuka google image, dia berada dalam view image yang menampilkan user interface dari google image. Tentu saja orang itu akan mengetikkan key words untuk gambarnya pada kolom pencarian untuk mencari gambar yang diinginkan. Keywords tersebut merupakan sebuah perintah yang dijalankan melalui conceptual level untuk mencari gambar yang tersimpan pada physical level. Pencarian itu memakan waktu, yang di dalam view level ditandai dengan adanya loading. Setelah proses pencarian selesai, google akan menampilkan gambar-gambar yang identik dengan keywords tersebut pada view level.

DAFTAR PUSTAKA
http://asihwinantu.wordpress.com/2008/11/10/abstraksi-data/ diakses pada 27 Januari 2013.
http://berita-terhangat.blogspot.com/2012/08/defenisi-dan-pengertian-sistem-menurut.html diakses pada 27 Januari 2013.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem diakses pada 27 Januari 2013