Halaman

Minggu, 03 Februari 2013

SISTEM (SBD Tugas 2)


PENDAHULUAN

Sebuah sistem basis data merupakan suatu kesatuan dari satu data dengan data lainnya. Data-data tersebut diolah dengan sebuah perangkat lunak. Yang kemudian hasil dari pengolahan data itu disimpan dalam sebuah perangkat keras.
Dalam sebuah sistem basis data terdapat beberapa komponen pendukung yaitu basis data (database). Sebuah database dapat terdiri dari beberapa database yang saling berhubungan. Hardware, yang dapat berupa komputer, media penyimpan sekunder, juga media komunikasi untuk sebuah sistem jaringan. Software, yang merupakan sebuah perangkat lunak yang berguna untuk memanipulasi (mengolah) data. Brainware (user), yaitu orang-orang yang berhubungan langsung dengan database tersebut. User ini dapat berupa pemilik data, pengelola data, pemakai data, pembuat database, dan sebagainya.
Dari komponen-komponen penyusun database tersebut saling berhubungan satu sama lain untuk dapat melakukan pengelolaan data. Mulai dari menginput data, mengolah data menjadi informasi, dan akhirnya menampilkan daya yang berguna. Sehingga hubungan antardata tersebut disebut sebagai “sistem” basis data.

LANDASAN TEORI

Secara bahasa kata “sistem” berasal dari bahasa Latin (systēma) dan Yunani (sustēma) yang berarti sebuah kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan menjadi satu untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi (wikipedia).
Sedangkan pengertian sistem menurut para ahli adalah:
Gordon B. Davis; sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran dan maksud.
Webster’s Unabridged; sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan untuk membentuk satu kesatuan atau organisasi.
Bertalanffy; sistem adalah sekumpulan elemen yang saling berinteraksi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.
Raymond McLeod; sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.
Zulkifli A.M; sistem adalah himpunan dari sesuatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.
Sistem ini terdiri dari berbagai elemen. Yakni tujuan (goal), masukan (input), proses, keluaran (output), batas (boundary), mekanisme pengendalian dan umpan balik (feedback). Serta lingkungan atau tempat dimana sistem itu berjalan (wikipedia).
Dalam suatu sistem basis data terdapat sebuah fasilitas yang dimaksudkan untuk menampilkan data kepada user (pemakai). Data yang ditampilkan tersebut tidak sama dengan data disimpan dan dipelihara. Sebuah database management system (DBMS) menyembunyikan data yang disimpan dan diolah dengan tujuan untuk memudahkan user dalam menggunakan DBMS.
Untuk menampilkan data yang telah diolah dari data yang tersimpan melewati beberapa level yang disusun berdasarkan fungsinya. Level-level (tingkatan) tersebut yang disebut dengan abstraksi data.

ABSTRAKSI DATA
Abstraksi data terbagi menjadi tiga level yaitu, sebagai berikut:
1.      Physical level.
Physical level merupakan tingkatan terrendah dalam sebuah abstraksi data. Dalam tingkatan ini, merupakan letak dimana sebuah data disimpan.

2.      Logic/conceptual data.
Dalam tingkatan ini tersimpan perintah-perintah yang digunakan untuk menampilkan data yang tersimpan di dalam physical level. Data tersebut itu yang kemudian ditampilkan dalam view level. Dengan kata lain, conceptual level merupakan level yang menjembatani antara physical level dengan view level.

3.      View level.
View level merupakan “tempat” dimana seorang pemakai melihat data yang disimpan di dalam physical level. Namun perlu diketahui bahwa daya yang ditampilkan di view level tidak sama dengan data yang tersimpan di dalam physical level. Karena data tersebut telah diolah.



Antara physical level, conceptual level, dan view level saling berhubungan. Dimana physical level sebagai penyimpan data dan user level untuk melihat data. Perintah yang diberikan dalam user level untuk mengakses data yang berada di dalam physical level, dijalankan melalui conceptual level.
Untuk mempermudah memahaminya, saya akan membuat sebuah ilustrasi berdasarkan penjelasan di atas. Sebagai contoh seseorang yang mencari gambar melalui google image. Saat seseorang itu membuka google image, dia berada dalam view image yang menampilkan user interface dari google image. Tentu saja orang itu akan mengetikkan key words untuk gambarnya pada kolom pencarian untuk mencari gambar yang diinginkan. Keywords tersebut merupakan sebuah perintah yang dijalankan melalui conceptual level untuk mencari gambar yang tersimpan pada physical level. Pencarian itu memakan waktu, yang di dalam view level ditandai dengan adanya loading. Setelah proses pencarian selesai, google akan menampilkan gambar-gambar yang identik dengan keywords tersebut pada view level.

DAFTAR PUSTAKA
http://asihwinantu.wordpress.com/2008/11/10/abstraksi-data/ diakses pada 27 Januari 2013.
http://berita-terhangat.blogspot.com/2012/08/defenisi-dan-pengertian-sistem-menurut.html diakses pada 27 Januari 2013.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem diakses pada 27 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar